Sudah sering kita menggunakan jasa Mikrotik sebagai pendukung jaringan wireless (baik untuk bacbone link atau untuk hotspot). Nah, skarang akan coba saya jelaskan tentang beberapa sistem pengamanan (scurity) yang sering digunakan dalam jaringan wireless Mikrotik beserta dengan kelemahannya masing2.
1. Menyembunyikan SSID
- Caranya :
* Buka Winbox, pilih menu interface,kemudian double klik pada Wlan yg di maksud
* Lanjutkan dg memilih tab wirelless, kemudian centang pada opsi "hide SSID"
- Kelemahan :
* Kelemahannya Hide SSID mudah dibuka dengan software kismet
2. MAC Filtering
- Caranya :
* Buka Winbox, kemudian pilih menu wireless
* Pilih tab "access List" kemudian klik tanda add (+)
* Masukkan nama MAC address yg akan di masukkan
* Setelah itu, pilih menu interface
* Doble klik pada WLAN yg dijadikan AP
* Pilih tab wirelless lalu hilangkan centang pada pada opsi default authenticate
- Kelemahan :
* Mac Address bisa di ketahui dengan software kistmet. Setelah diketahui Mac Address bisa ditiru dan tidak konflik walau ada banyak Mac Address sama terkoneksi dalam satu AP.
3. IP Filtering
- Caranya :
* Buka Winbox pilih menu IP kemudian Firewall Pilih tab Address List
* Klik tanda + lalu beri nama grup dan tulis IP Address yang mau didaftarkan
* Setelah itu pilih tab NAT lalu double klik NAT Rule yang dimaksud
* Pada Tab General kosongkan Src. Address
* Pada Tab Advanced set Src. Address List dengan nama grup yang dibuat tadi
- Kelemahan :
* hanya dapat melindungi IP yang tidak terpakai dalam satu blok sedangkan untuk IP yang dipakai masih bisa di hack. IP yang dipakai dapat di ketahui dengan software kismet. Karena IP sama mengakibatkan konflik maka hacker akan melakukan deauth atack terlebih dahulu supaya IP yang dipakai DC, barulah hacker memakai IP tersebut. Akibat-nya klien kita yang sah jadi gak bisa konek karena IP konflik.
4. ARP Filtering
- Caranya :
* Buka Winbox pilih menu IP kemudian ARP
* Klik tanda +
* Tulis IP dan MAC Address yang mau didaftarkan lalu set interface yang digunakan
* Klik Make Static
* Setelah itu pilih menu Interface
* Double Klik Wlan yang dijadiin AP
* Pilih tab General lalu pada menu ARP set Reply-only
- Kelemahan :
* sama seperti IP Filtering dan MAC Filtering
5. Enkripsi WEP (Wired Equvalent Privacy)
- Caranya :
* Buka Winbox pilih Wireless
* Pilih tab Security Profiles lalu klik tanda +
* Beri nama profile lalu set Mode Static Key Required
* Pilih tab Static Key
* Set Key 40bit wep (10 Digit Hexadecimal Key) atau 104bit wep (26 Digit Hexadecimal Key)
* Masuk-kan Hexadecimal Key (berupa 0 – 9 dan A – F) sesuai dengan jumlah digit-nya (tidak boleh kurang atau lebih)
* Setelah itu pilih Interface double klik Wlan yang dimaksud
* Pilih Tab Wireless set Security Profiles dengan nama profile tadi
* Disisi klien harus di set sama supaya bisa konek.
- Kelemahan :
* key yang static dan lemah. WEP dapat di hack dengan software wep crack. Proses hack wep tidak menggunakan brute force atttack (dicoba satu per satu) tetapi dengan mengumpulkan Initialization Vektor yang lemah sehingga key akan cepat sekali ditemukan.
6. Enkripsi WPA/WPA2 (WiFi Protected Access)
- Caranya :
* Buka Winbox pilih Wireless
* Pilih tab Security Profiles lalu klik tanda +
* Beri nama profile lalu set Mode Dynamic Key
* Pilih Aunthentication Type yang akan digunakan
* Pilih Unicast Chipers dan Group Chipers yang akan digunakan
* Masukkan WPA/WPA2 Pre-Shared Key (Karakter bebas dianjurkan memakai karakter yang tidak lazim seperti +%@*&;.)
* Setelah itu pilih Interface double klik Wlan yang dimaksud
* Pilih Tab Wireless set Security Profiles dengan nama profile tadi
* Disisi klien harus di set sama supaya bisa konek.
- Enkripsi WPA/WPA2 adalah solusi yang terbaik saat ini. Cara hack Enkripsi WPA/WPA2 adalah dengan brute force attack atau dengan dictionary attack. Maka semakin aneh dan panjang digit key yang kita gunakan akan semakin sulit untuk di hack. Sangat disarankan key berupa kombinasi karakter sulit dan tidak bisa dibaca sama sekali. Key yang umum berupa kata-kata atau kalimat sangat tidak disarankan.
kesimpulan :
1. Gunakan beberapa teknik wireless security sekaligus!!! Jika menggunakan enkripsi secara berkala key harus diubah
2. Ubah password radio secara berkala supaya tidak bisa di remote hacker. Untuk mikrotik jangan mengaktifkan Keep Password karena password akan tersimpan di My Document
3. Selalu monitoring mikrotik anda, jangan anggap remeh hacker di sekitar kita
Sumber : http ://forummikrotik.com
Read More..
Showing posts with label Mikrotik. Show all posts
Showing posts with label Mikrotik. Show all posts
Wireless Security Mikrotik
Posted by
PutHu.BaLank
on Saturday, September 5, 2009
Labels:
Mikrotik,
tips/trick
/
Comments: (0)
Konfigurasi DHCP server pada Mikrotik
DHCP adalah salah satu teknik pengalamatan network secara otomatis. Jadi dengan adanya DHCP, tidak usah repot2 lagi yang namanya mengkonfigurasi IP secara manual. Di sini akan coba saya ulas tentang gimana caranya mengkonfigurasi DHCP server pada router Mikrotik.
Gambaran tentang topologinya adalah sbg berikut :
Ok, dari gambar di atas sudah bisa di baca :
• network untuk LAN/DHCP server : 192.168.1.0/24
• IP router Mikrotik : 192.168.1.1
• Untuk konfigurasi internet tidak di bahas di sini :D
Konfigurasinya :
1. kita asumsikan router mikrotik sudah terinstal. Baca di sini
2. konfigurasi dasar mikrotik juga uda selesai di setting. Baca di sini.
3. kita lanjutkan dengan membuat IP-pool. IP Pool di sini artinya range/jumlah IP yang akan di distribusikan untuk DHCP server. Kita akan mengkonfigurasi dari IP 192.168.1.10-192.168.1.20.
perintahnya :
4. lanjutkan dengan konfigurasi DHCP-server
perintahnya :
5. dan yang terakhir adalah mengkonfigurasi network DHCP-server
perintahnya :
Ok, dengan konfigurasi di atas, maka klien yang ada di dalam network LAN akan dapat menggunakan IP DHCP dari router Mikrotik Read More..
Gambaran tentang topologinya adalah sbg berikut :
Ok, dari gambar di atas sudah bisa di baca :
• network untuk LAN/DHCP server : 192.168.1.0/24
• IP router Mikrotik : 192.168.1.1
• Untuk konfigurasi internet tidak di bahas di sini :D
Konfigurasinya :
1. kita asumsikan router mikrotik sudah terinstal. Baca di sini
2. konfigurasi dasar mikrotik juga uda selesai di setting. Baca di sini.
3. kita lanjutkan dengan membuat IP-pool. IP Pool di sini artinya range/jumlah IP yang akan di distribusikan untuk DHCP server. Kita akan mengkonfigurasi dari IP 192.168.1.10-192.168.1.20.
perintahnya :
/ip pool add name=pool1 ranges=192.168.1.10-192.168.1.20
4. lanjutkan dengan konfigurasi DHCP-server
perintahnya :
/ip dhcp-server add name=server1 interface=ether2 address-pool=poll1
5. dan yang terakhir adalah mengkonfigurasi network DHCP-server
perintahnya :
/ip dhcp-server network add address=192.168.1.0/24 gateway=192.168.1.1 netmask=24 dns-server=(ip dns dari
Provider)
Ok, dengan konfigurasi di atas, maka klien yang ada di dalam network LAN akan dapat menggunakan IP DHCP dari router Mikrotik Read More..
Setting Queue simple pada Mikrotik
Posted by
PutHu.BaLank
on Friday, August 7, 2009
Labels:
Mikrotik,
tips/trick
/
Comments: (0)
Wah, sudah lama nih ga pernah posting tetang mikrotik lagi. Sekarang akan saya coba untuk menjelaskan sedikit tentang cara konfigurasi simple queue pada mikrotik. Apa sih fungsinya simple queue ini pada mikrotik? Pada umumnya, yang saya tau fungsinya adalah mengatur limitier, lebih singkatnya untuk membatasi bandwith untuk klien. Mungkin sudah banyak blog atau site yang membahas tentang konfigurasi ini, tapi di sini akan coba saya posting kembali, hanya sebagai pengingat dan catatan pribadi. Ok, kita langsung aja.
Kita asumsikan di sini bahwa mikrotik sudah terinstall dan sudah ada klien yang sudah terhubung dan tinggal di batasi saja bandwithnya. Kita anggap saja jaringan lokal di sini menggunakan network id : 192.168.1.0/24. ok, saya coba untuk menjelaskan step by stepnya. Di sini saya menjelaskan dengan gambar winbox :
1. di sini kita akan membatasi klien dengan ip address 192.168.1.2/24. bandwith yang akan di alokasikan untuk klien ini adalah : Upload = 256 kbps dan Download = 256 kbps.
2. akses router mikrotik lewat winbox

3. pada tab yang tersedia di sebelah kiri, pilih Queues

4. setelah tampilan queue muncul, kemudian pilih tab Simple Queue dan lanjutkan dengan menekan tanda (+) Add



5. setelah tampilan Add Queue muncul, pilih tab General. Pada kolom Name, masukkan nama klien (di sini saya masukkan PC1). Pada kolom Target Address, masukkan ip addres klien yang ingin di limit (di sini saya masukkan ip address 192.168.1.2). kemudian, masukkan angka 256k pada kolom Max. Limit (ini tergantung besarnya bandwith yang ingin di salurkan ke klien dg ip 192.168.1.2). kemudian lanjutkan dengan menekan Apply lalu Ok.

6. dan hasilnya adalah sebagai berikut

Dengan demikian, klien yang PC 1 yang menggunakan konfigurasi IP address 192.168.1.2 akan mendapatkan alokasi bandwith Upload = 256 kbps dan Download = 256 kbps. Untuk mengetesnya, bisa tes di speedtest.net. dan pada saat melakukan testing, lihat traficknya juga pada tampilan Queue simple di atas.
Read More..
Kita asumsikan di sini bahwa mikrotik sudah terinstall dan sudah ada klien yang sudah terhubung dan tinggal di batasi saja bandwithnya. Kita anggap saja jaringan lokal di sini menggunakan network id : 192.168.1.0/24. ok, saya coba untuk menjelaskan step by stepnya. Di sini saya menjelaskan dengan gambar winbox :
1. di sini kita akan membatasi klien dengan ip address 192.168.1.2/24. bandwith yang akan di alokasikan untuk klien ini adalah : Upload = 256 kbps dan Download = 256 kbps.
2. akses router mikrotik lewat winbox
3. pada tab yang tersedia di sebelah kiri, pilih Queues
4. setelah tampilan queue muncul, kemudian pilih tab Simple Queue dan lanjutkan dengan menekan tanda (+) Add
5. setelah tampilan Add Queue muncul, pilih tab General. Pada kolom Name, masukkan nama klien (di sini saya masukkan PC1). Pada kolom Target Address, masukkan ip addres klien yang ingin di limit (di sini saya masukkan ip address 192.168.1.2). kemudian, masukkan angka 256k pada kolom Max. Limit (ini tergantung besarnya bandwith yang ingin di salurkan ke klien dg ip 192.168.1.2). kemudian lanjutkan dengan menekan Apply lalu Ok.
6. dan hasilnya adalah sebagai berikut
Dengan demikian, klien yang PC 1 yang menggunakan konfigurasi IP address 192.168.1.2 akan mendapatkan alokasi bandwith Upload = 256 kbps dan Download = 256 kbps. Untuk mengetesnya, bisa tes di speedtest.net. dan pada saat melakukan testing, lihat traficknya juga pada tampilan Queue simple di atas.
Read More..
Block situs internet dengan "conten" with Mikrotik
Posted by
PutHu.BaLank
on Saturday, July 25, 2009
Labels:
Mikrotik,
tips/trick
/
Comments: (0)
Dengan Mikrotik, kita bisa nge’blok salah satu atau lebih website yg tidak diijinkan untuk diakses dari klien, dan mudahnya itu tanpa menggunakan web proxy. Berikut caranya. Ini saya dapetin dari forum mikrotik Indonesia.
Misalkan kita akan men’drope situs google.com, khusus dg komputer klien dg ip 192.168.1.2/24
masukkan perintah di bawah ke new terminal pada Mikrotik Winbox
Read More..
Misalkan kita akan men’drope situs google.com, khusus dg komputer klien dg ip 192.168.1.2/24
masukkan perintah di bawah ke new terminal pada Mikrotik Winbox
/ip firewall filter add chain=forward src-address=192.168.1.2 content=www.google.com action=drop disabled=no
Read More..
Perintah dasar Mikrotik
Posted by
PutHu.BaLank
Labels:
Mikrotik,
tips/trick
/
Comments: (1)
ini aq dapetin dari hasil baca buku tadi pagi. di sini akan aq jelasin beberapa perintah dasar (coment text) yang digunakan dalam mengkonfigurasi mikrotik os. beberapa perintah dasar tersebut adalah :
1. untuk shutdown dan restart mikrotik
2. merubah nama mesin mikrotik
3. merubah password mikrotik
old password dikosongkan jika konfigurasi masih default, dan dg konfigurasi di atas, mikrotik akan memiliki password 123456
4. melihat paket software mikrotik os
untuk melihat lebih detailnya lagi, ketikkan
5. mengaktifkan paket software yang ada dalam mikrotik os
6. mengaktifkan interface ethernet yang masih enable
ethernet yang disable adalah ethernet yang masih diberi tanda "X". misalkan interface ethernet1. ketikkan perintah
7. merubah nama interface ethernet pada mikrotik
t misalkan ethernet1 diubah menjadi nama "public"
8. setting ip address
misalkan kita akan memasukkan ip address 192.168.1.1 dengan netmask 255.255.255.0 pada interface ether1
9. setting ip DNS
misalkan kita akan memasukkan dns primary : 202.180.42.10 dan secondary : 202.180.48.20
10. setting ip gateway
misalkan kita akan menggunakan ip gateway : 192.168.1.100
11. setting NAT
misalkan kita akan me'NAT network lokal 192.168.1.0/24 lewat ip public 202.180.48.123 yang terpasang pada ethernet dg nama "public"
catatan :
untuk melihat konfigurasi2 yang sudah dibuat tadi, selalu ketikkan "sub" yang dikonfigurasi dilanjutkan dengan mengetikkan perintah "print". misalkan melihat ip address.
atau ip dns
semoga membantu... :) Read More..
1. untuk shutdown dan restart mikrotik
/system shutdown (untuk mematikan mikrotik)
/system reboot (untuk merestart mikrotik)
/system reset (untuk menghapus konfigurasi/mengembalikan kondisi mikrotik ke settingan awal/default)
2. merubah nama mesin mikrotik
/system identity set name=server
untuk melihat hasil konfigurasi, ketikkan
/system identity print
3. merubah password mikrotik
/password old password new password 123456 retype new password 123456
old password dikosongkan jika konfigurasi masih default, dan dg konfigurasi di atas, mikrotik akan memiliki password 123456
4. melihat paket software mikrotik os
/system package print
untuk melihat lebih detailnya lagi, ketikkan
/system package print detail
5. mengaktifkan paket software yang ada dalam mikrotik os
/system package enable
6. mengaktifkan interface ethernet yang masih enable
ethernet yang disable adalah ethernet yang masih diberi tanda "X". misalkan interface ethernet1. ketikkan perintah
/interface ethernet enable ether1
7. merubah nama interface ethernet pada mikrotik
t misalkan ethernet1 diubah menjadi nama "public"
/interface etherneset ether1 name=public
8. setting ip address
misalkan kita akan memasukkan ip address 192.168.1.1 dengan netmask 255.255.255.0 pada interface ether1
/ip address add address=192.168.1.1 subnet-mask=255.255.255.0 interface=ether1
9. setting ip DNS
misalkan kita akan memasukkan dns primary : 202.180.42.10 dan secondary : 202.180.48.20
/ip dns set primary-dns=202.180.48.10
/ip dns set secondary-dns=202.180.48.20
10. setting ip gateway
misalkan kita akan menggunakan ip gateway : 192.168.1.100
/ip route add gateway=192.168.1.100
11. setting NAT
misalkan kita akan me'NAT network lokal 192.168.1.0/24 lewat ip public 202.180.48.123 yang terpasang pada ethernet dg nama "public"
/ip firewall nat add chain=srcnat out interface=public src-address=192.168.1.0/24 action=masquerade
catatan :
untuk melihat konfigurasi2 yang sudah dibuat tadi, selalu ketikkan "sub" yang dikonfigurasi dilanjutkan dengan mengetikkan perintah "print". misalkan melihat ip address.
/ip address print
atau ip dns
/ip dns print
semoga membantu... :) Read More..
Block akses router lewat winbox
Posted by
PutHu.BaLank
on Thursday, July 23, 2009
Labels:
Mikrotik,
tips/trick
/
Comments: (0)
Dengan adanya menu Firewall pada mikrotik, kita dapat membatasi user dengan ip mana saja yang bisa mengakses router lewat winbox. Di sini kita akan memanfaatkan menu firewall-address-list dan firewall-filter.
Adapun langkahnya adalah sebagai berikut :
1. Tentukan user dengan ip mana saja yang bisa mengakses router mikrotik lewat winbox. Disini saya hanya mengijinkan hanya beberapa ip saja, yaitu 192.168.1.2/24, 192.168.1.3/24, dan 192.168.1.4/24. Setelah ditentukan, masukkan ip2 tersebut ke address list
/ip firewall address-list add list="admin winbox" address=192.168.1.2
/ip firewall address-list add list="admin winbox" address=192.168.1.3
/ip firewall address-list add list="admin winbox" address=192.168.1.4
2. Buatkan rule filter untuk blokir ip yang tidak boleh mengakses router mikrotik dari winbox
/ip firewall filter add chain=input protocol=tcp src-address-list="admin winbox" action=drop disable=no
Dengan konfigurasi di atas, niscaya hanya ip yang terdaptar pada address list admin winbox saja yang bisa mengakses router mikrotik via winbox.
selamat mencoba.
Read More..
Adapun langkahnya adalah sebagai berikut :
1. Tentukan user dengan ip mana saja yang bisa mengakses router mikrotik lewat winbox. Disini saya hanya mengijinkan hanya beberapa ip saja, yaitu 192.168.1.2/24, 192.168.1.3/24, dan 192.168.1.4/24. Setelah ditentukan, masukkan ip2 tersebut ke address list
/ip firewall address-list add list="admin winbox" address=192.168.1.2
/ip firewall address-list add list="admin winbox" address=192.168.1.3
/ip firewall address-list add list="admin winbox" address=192.168.1.4
2. Buatkan rule filter untuk blokir ip yang tidak boleh mengakses router mikrotik dari winbox
/ip firewall filter add chain=input protocol=tcp src-address-list="admin winbox" action=drop disable=no
Dengan konfigurasi di atas, niscaya hanya ip yang terdaptar pada address list admin winbox saja yang bisa mengakses router mikrotik via winbox.
selamat mencoba.
NAT IP tertentu pada router Mikrotik
Posted by
PutHu.BaLank
Labels:
Mikrotik,
tips/trick
/
Comments: (0)
Dengan fasilitas NAT yang ada pada router (entah itu router MT, Linux, atau apalah itu.. :D ) IP lokal eang ada pada jaringan LAN bisa terhubung di internet. Di sini akan coba ta post gimana caranya membuat settingan NAT IP LAN tertentu pada router Mikrotik
Misalkan disini kita punya jaringan LAN dengan network ip 192.168.1.0/24. kita ambil contoh, kita akan menyetting NAT hanya untuk IP 192.168.1.123/24
Dengan demikian, hanya IP 192.168.1.2 saja yg akan bisa terkoneksi keluar dari jaringan LAN.
smoga membantu ea..??? :)
Read More..
Misalkan disini kita punya jaringan LAN dengan network ip 192.168.1.0/24. kita ambil contoh, kita akan menyetting NAT hanya untuk IP 192.168.1.123/24
/ip firewall nat add chain=srcnat src-address=192.168.1.123 action=masquerade
Dengan demikian, hanya IP 192.168.1.2 saja yg akan bisa terkoneksi keluar dari jaringan LAN.
smoga membantu ea..??? :)
Read More..
Memisahkan bandwith lokal dan international "with" Mikrotik
Posted by
PutHu.BaLank
Labels:
Mikrotik,
tips/trick
/
Comments: (0)
Mungkin sudah banyak situs yang sudah membahas topik ini. Tapi di sini akan saya coba untuk mengulas kembali untuk kembali diingat dan lebih dimengerti.
Memisahkan bandwith lokal dan international
1. Kita asumsikan bahwa untuk konfigurasi dasar pada awal settingan ini sudah dilakukan. Untuk lebih jelasnya bisa dibaca pada posting Konfigurasi standard router Mikrotik dan Pengaturan IP Address List pada Mikrotik
2. Langkah selanjutnya adalah membuat mangle. Di sini kita akan membuat 2 connection mark dan 2 packet mark (masing2 untuk bandwith lokal dan international. Perintahnya sbg berikut :
a. Untuk koneksi IIX
b. Untuk koneksi International
3. Pengaturan simple queue
Untuk setiap klien, di sini kita harus membuatkan 2 settingan simple queue, satu untuk bandwith lokal dan satunya lagi untuk bandwith international. Contoh berikut ini, PC monitoring akan dialokasikan bandwith lokal (up/down) 64 kbps/256 kbps dan untuk international (up/down) 32 kbps/128 kbps
a. Simple queue bandwith lokal
b. Simple queue bandwith international
4. Pengecekan akhir
Untuk pengecekan akhir, browsinglah ke situs lokal dan international. Kemudian perhatikan traffic counter baik di mangle atau simple queue. Untuk lebih akurat, bisa di tes lewat speedtest.net
referensi : Mikrotik.co.id Read More..
Memisahkan bandwith lokal dan international
1. Kita asumsikan bahwa untuk konfigurasi dasar pada awal settingan ini sudah dilakukan. Untuk lebih jelasnya bisa dibaca pada posting Konfigurasi standard router Mikrotik dan Pengaturan IP Address List pada Mikrotik
2. Langkah selanjutnya adalah membuat mangle. Di sini kita akan membuat 2 connection mark dan 2 packet mark (masing2 untuk bandwith lokal dan international. Perintahnya sbg berikut :
a. Untuk koneksi IIX
/ip firewall mangle add chain=prerouting interface="interface LAN" dst-address-list=nice action=mark-connection new-connection-mark=IIX
/ip firewall mangle add chain=prerouting connection-mark=IIX action=mark-packet new-packet-mark=packIIX
b. Untuk koneksi International
/ip firewall mangle add chain=prerouting interface="interface LAN" dst-address-list=!nice action=mark-connection new-connection-mark=INT
/ip firewall mangle add chain=prerouting connection-mark=INT action=mark-packet new-packet-mark=packINT
3. Pengaturan simple queue
Untuk setiap klien, di sini kita harus membuatkan 2 settingan simple queue, satu untuk bandwith lokal dan satunya lagi untuk bandwith international. Contoh berikut ini, PC monitoring akan dialokasikan bandwith lokal (up/down) 64 kbps/256 kbps dan untuk international (up/down) 32 kbps/128 kbps
a. Simple queue bandwith lokal
/queue tree add name="monitoring-iix" target-address=192.168.1.2 dst-address=0.0.0.0/0 interface=all parent=none packet-mark=packIIX direction=both priority=8 queue=default-small/default-smalllimit-at=0/0 max-limit=64000/256000 total-queue=default-small
b. Simple queue bandwith international
/queue tree add name="monitoring-int" target-address=192.168.1.2 dst-address=0.0.0.0/0 interface=all parent=none packet-mark=packINT direction=both priority=8 queue=default-small/default-small limit-at=0/0 max-limit=32000/128000 total-queue=default-small
4. Pengecekan akhir
Untuk pengecekan akhir, browsinglah ke situs lokal dan international. Kemudian perhatikan traffic counter baik di mangle atau simple queue. Untuk lebih akurat, bisa di tes lewat speedtest.net
referensi : Mikrotik.co.id Read More..
Pengaturan IP Address List pada Mikrotik
Posted by
PutHu.BaLank
Labels:
Mikrotik,
tips/trick
/
Comments: (0)
Mulai Mikrotik RouterOS versi 2.9, dikenal dengan fitur yang disebut dengan IP Address List. Fitur ini adalah pengelompokan IP Address tertentu dan setiap IP Address tersebut bisa kita namai. Kelompo ini bisa digunakan sebagai parameter dalam mangle, firewall filter, nat, ataupun queue.
Mikrotik Indonesia telah menyediakan daftar IP Address yang di advertise di OpenIXP dan IIX, yang bisa didownload dengan bebas di URL http://www.mikrotik.co.id/getfile.php?nf=nice.rsc.
File nice.rsc ini dibuat secara otomatis di server Mikrotik Indonesia setiap pagi sekitar pk 05.30, dan merupakan data yang telah dioptimasi untuk menghilangkan duplikat entry dan tumpang tindih subnet. Saat ini jumlah baris pada script tersebut berkisar 430 baris.
contoh isi file nice.rsc :
Simpanlah file tersebut ke komputer anda dengan nama nice.rsc, lalu lakukan FTP ke router Mikrotik, dan uploadlah file tersebut di router. Contoh di bawah ini adalah proses upload menggunakan MS-DOS promt. Read More..
Mikrotik Indonesia telah menyediakan daftar IP Address yang di advertise di OpenIXP dan IIX, yang bisa didownload dengan bebas di URL http://www.mikrotik.co.id/getfile.php?nf=nice.rsc.
File nice.rsc ini dibuat secara otomatis di server Mikrotik Indonesia setiap pagi sekitar pk 05.30, dan merupakan data yang telah dioptimasi untuk menghilangkan duplikat entry dan tumpang tindih subnet. Saat ini jumlah baris pada script tersebut berkisar 430 baris.
contoh isi file nice.rsc :
# Script created by: Valens Riyadi @ www.mikrotik.co.id
# Generated at 26 April 2007 05:30:02 WIB ... 431 lines
/ip firewall address-list
add list=nice address="1.2.3.4"
rem [find list=nice]
add list=nice address="125.162.0.0/16"
add list=nice address="125.163.0.0/16"
add list=nice address="152.118.0.0/16"
add list=nice address="125.160.0.0/16"
add list=nice address="125.161.0.0/16"
add list=nice address="125.164.0.0/16"
.
.
dst...
Simpanlah file tersebut ke komputer anda dengan nama nice.rsc, lalu lakukan FTP ke router Mikrotik, dan uploadlah file tersebut di router. Contoh di bawah ini adalah proses upload menggunakan MS-DOS promt. Read More..
Konfigurasi standard router Mikrotik
pada konfigurasi ini, minimal kita membutuhkan 4 ip address yaitu ip public, ip gateway, ip dns, dan ip LaN. di sini kita akan menggunakan konfigurasi berikut :
ip public (biasanya dapet dari provider langsung) : 202.180.1.123/24 (/24 itu artinya ip tersebut mempunyai netmask 255.255.255.0 -> lebih lanjut pelajari subneting :D )
ip gateway (dapet dari provider juga) : 202.180.1.1
ip DNS (dapet dari provider juga) : primary : 202.180.1.100, secondary : 202.180.1.200
ip LAN (ini kita tentukan berdasarkan jaringan LAN yang ingin kita buat) : 192.168.1.1/24
langkah2 konfigurasinya sbg berikut :
1. kita asumsikan OS Mikrotik sudah berhasil di install. di sini akan w jelasin make text mode aja ea? klo di winbox, make terminal aja.. :D
2. login dengan username : admin dan passwordnya masih kosong (default configuration)
3. memasukkan ip address pada Mikrotik
ip public :
/ip address add address 202.180.1.123/24 interface=ether1
ip local :
/ip address add address 192.168.1.1/24 interface=ether2
4. memasukkan ip gateway Mikrotik
/ip route add gateway 202.180.1.1
5. memasukkan ip dns
primary DNS :
/ip dns set primary-dns=202.180.1.100
secondary DNS :
/ip dns set secondary-dns=202.180.1.200
6. Konfigurasi NAT
Nat di sini digunakan bertujuan agar network ip local yang ada pada router bisa terkoneksi ke jaringan luar (internet) dengan media ip public (pelajari tentang NAT)
/ip firewall nat add chain=srcnat action=masquerade out interface=ether1
begitulah kira2 untuk konfigurasi router Mikrotik standar. Router yg di konfig tadi InsyaWidhi sudah bisa di gunakan. Mungkin bisa ditambahkan lagi beberapa konfigurasi untuk memaksimalkan nya. ntar dah tak posting lagi di lain waktu... hehehe....
selamat mencoba ea? moga sukses dah... :) Read More..
konekin AP Mikrotik dg NS2 make WEP security
Posted by
PutHu.BaLank
Labels:
Mikrotik,
tips/trick
/
Comments: (0)
Pengalaman di kantor eang lama, gw masang backbone P2P make AP Mikrotik di sisi NOC dan NS2 (Nano Station 2) di sisi Klien. gak tau knapa.. link gak mau2 up. padahal jarak nya cuma 1 km dg situasi landofside. Udah gw coba maksimalin setingan kedua radio dan pointing antena, tapi teteup aja gak mau. pas kejadian ini w make settingan "wds" (krn hanya settingan ini yg w tau untuk konfigur AP Mikrotik, dapet dari mikrotik.co.id).
Tapi setelah kemaren dapet proyek di kantor eang baru, masang backbone yg sama juga di salah satu Puspem Klungkung Bali (Mikrotik di sisi Dshub dan NS2 di sisi Dinas pertanian), eh ternyata mau konek...... akhirnya w dapetin juga... knapa tuh Mikrotik gak mau konek ama NS2 di kantor eang lama. itu karena kemaren w make settingan wds, di mana sebenarnya di NS2 sendiri gak ada konfigurasi untuk WDS'an.... (di MT di seet WDS, di NS2 kaga support kaga ada WDS... yaa ga mau ketemu lah... hee,.). ternyata ada cara lain untuk konfigurasi AP Mikrotik selain WDS, yakni setting security nya dg WEP.
ntinya, jika mau masang link make Mikrotik ketemu NS2, ga bakal konek jika make konfigurasi WDS'an. Caranya adalah, menyamakan konfigurasi WEP scurity antara si AP Mikrotik dengan NS2 itu sendiri.
sori, di sini kaga gw lampirkan konfigurasi detailnya, alna kebetulah ga ada capture nya brur... ntar dah gw post konfigurasinya secara terperinci.
Read More..
Instalasi Mikrotik OS di PC
langsung aja ke proses nya ea??? berikut tahapannya... :
- Siapkan PC, minimal pentium 1, RAM 64, dan HD 500 Mb
- Pada PC harus terpasang minimal 2 LAN card
- Burning source Mikrotik OS ke CD, kemudian masukkan ke dalam CD room
- Setting booting dari CD room
- Ikuti petunjuk yang ada. Untuk tampilan pertama, pilihlah paket - paket yang akan di install. Caranya adalah menandai paket dengan menekan tombol "spasi" pada keyboard. Untuk lebih mudahnya, bisa menekan tombol "a" untuk menginstall smua paket
- Setelah paket - paket ditentukan, dilanjutkan menekan tombol "i" untuk memulai proses instalasi
- Kemudian akan muncul pertanyaan, apakah anda akan menyimpan konfigurasi sebelumnya, tekan "y" jika ia, dan tekan "n" jika tidak. Kemudian tekan "y" lagi atau "enter" untuk melanjutkan proses instalasi.
- Proses berlanjut dengan membuat partisi secara otomatis pada hardisk. Lama instalasi biasanya tidak lebih dari 5 menit
- Setelah proses partisi selesai, PC akan restart, tekan "enter" untuk restart.
- Keluarkan CD instalasi dari CD room
cukup sekian doloe untuk postingan pertama masalah Mikrotik. untuk konfigur2 berikutnya, akan saia sambung pada posting2 beriktunya..
smoga bermanfaat aja ea..??? hee,.